Kecewa dibalas dengan kecewa
Terimakasih sudah mengajarkanku tentang banyak hal
Salah satunya, tentang menunggu
Kau mungkin adalah perunggu
Siap mati demi usaha yang tak kenal waktu
Atau aku saja yang mesti jadi batu?
Berkelit dan merengkuh rindu yang lain
Sambil sesekali menawarkan pulang
Harusnya aku lebih cepat pulang
Berlindung dibalik kamar rumah
Lalu melahap beberapa masakan bunda
Harusnya juga kau tak perlu kusapa
Agar tak ada rasa ingin jumpa
dan tak pula ada rasa kecewa karna sempat terlupa
Harusnya dia tak ikut jadi bagian dari kita
dan kau tak perlu bermuka api ketika melihatnya
Kemudian dia pun tak perlu sungkan menawarkan "mari kuantarkan berkeliling kota.."
Aku akan (segera) pulang, dan kau akan datang. lagi-lagi kita bukan alasan untuk bersama. mungkin hanya untuk alasan, kenapa waktu itu dia harus aku pindahkan.
(Bukittinggi, 2 September 2017)
Saturday, 9 September 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
(masih) salahku
menurutku, beberapa kisah yang tak menarik tak perlu repot-repot dibuatkan tulisannya, kukira kau bukan salah satunya. memberi luka juga me...
-
Atas : Aku, dan Tira Bawah : Hera dan Rani Bermula dari sebuah pertemuan yang aku angg...
-
aku gak pernah peduli kata orang. aku juga gak pernah mau tau gimana hal "sebenarnya" walau aku tau, dan berhak tau. ta pi ak...
-
menurutku, beberapa kisah yang tak menarik tak perlu repot-repot dibuatkan tulisannya, kukira kau bukan salah satunya. memberi luka juga me...
No comments:
Post a Comment